LYRIC DAVID CORREY FEAT MONOBLACO THE WORLD IS OURS
Yo it's David
And Monoblaco
Let's keep it to the world
From la la laight
Run like you're born to fly
Live like you'll never die
Dare what you dare to dream
And everything in between
We are drawn by the rhythms
That beat through our hearts
When we all come together
we'll seven billion stars
The world is ours
Ooo Ooo Ooo
Seven billion stars
Ooo Ooo Ooo
The world
The world
The world
The world is ours
Light up the world
Light up the world
Sing out your battle cry
Under the stadium sky
Oceans and the land divide
United we feel inside
You can stand on my shoulders
And raise up your arms
When we all come together
We light up the dark
The world is ours
Ooo Ooo Ooo
Seven billion stars
Ooo Ooo Ooo
The world
The world
The world
The world is ours
Light up the world everybody
Light up the world
TODO MUNDO
Light up the world everybody
PRA BATUCAR
PRA BATUCAR
CAR
CAR
Ooo Ooo Ooo
The world is ours
The world is
Seven billion stars
The world
The world
The world
The world is ours
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Januari 2014
Senin, 16 Desember 2013
KEBUDAYAAN INDONESIA ASLI DAN PENGARUH NEGARA BARAT DAN NEGARA TIMUR
Kebudayaan Indonesia sekarang ini telah sangat jauh berbeda dengan kebudayaan indonesia jaman dahulu, yang kata orang ramah, senang bergotong royong, jauh dari kekerasan. Namun sesungguhnya ketidak ramahan, pornografi, porno aksi atau kekerasan sebenarnya juga menjadi bagian dari budaya kita dan sama sekali bukan dari negara Amerika atau negara barat, tapi karena orang Indonesia dari dulu sudah munafik, mereka menutupinya serapih mungkin dari dunia. Kenapa begitu?
Kita lihat saja budaya Nyai Ronggeng di purwakarta yang menari dan menerima saweran, apa bedanya dengan penari Go Go Dancer di Las Vegas? Atau budaya tari perang di Papua yang syarat akan kekerasan, belum pula tragedi perang Sumut dan Mesuji, ganja yang tumbuh subur di Aceh, budaya persembahan kepala manusia di salah satu pulau. Apakah iya, semua yang berbau pornografi prostitusi dan kekerasan karena pengaruh barat? Pikir kembali.
Seseorang di Metro TV yang mengaku sebagai budayawan selama 30 tahun telah mengatakan bahwa film action tembak-tembakanlah yang mempengaruhi budaya kekerasan di tanah air kita, owh please! Sedangkan pada ilmu konflik telah mengatakan bahwa sudah menjadi naluri manusia untuk membela diri ketika ada sesuatu yang mengancam, owh please!
Budaya negri timur pun tidak selalu dipandang dengan dua mata di negara kita, lihat bagaimana budaya memotong tangan untuk para pencuri, lihat rajaman batu sampai mati, lihat laki-laki beristri banyak, lihat wanita tak boleh mengendarai mobil sendiri.
Dewi Lestari dalam bukunya Kesatria dan Bintang Jatuh mengatakan bahwa masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang munafik, mengaku sangat timur tapi berpakaian barat, mengaku sangat barat tapi juga timur. Tinggal masyarakat di Indonesia saja yang ingin membawa diri mereka sendiri.
Dalam sebuah buku (lupa judul) juga dikatakan bahwa budaya barat juga sudah mulai memasuki negri timur, dan tak dapat dipungkiri bahwa budaya negri timur juga telah masuk kejiwa-jiwa masyarakat barat.
Tapi sudah saya katakan di awal bahwa begitulah ciri sebuah kebudayaan, bahwa mereka bisa berkembang, mereka bisa berubah, mereka bisa punah, mereka bisa tumbuh lagi.
Berbicara tentang kebudayaan sama saja berbicara tentang manusia yang mudah bosan, yang ingin tahu, ingin mencoba, ingin bebas, ingin diterima, ingin disanjung. Berbicara tentang karakter. So what?
Lalu dimana kebudayaan negara asli Indonesia? Gak ada, kita semua terlahir dari pengaruh dari berbagai kebudayaan-kebudayaan semua saling mengisi dan berkontribusi pada satu dan lainnya, sama seperti diri kita sendiri yang berperilaku seperti orang-orang yang pernah kita lihat dengar dan lain sebagainya.
Jauh dari genap 100 tahun yang lalu kita mengalami revolusi budaya besar-besaran, dari daerah-daerah kerajaan kecil kita dipersatukan oleh para penjajah Belanda, Inggris, dan Jepang yang datang dan pergi mengayahi kebudayaan kita. Dari arsitektur, pakaian, bahasa, sikap dan perilaku, ilmu pengetahuan, sudut pandang, teknologi, olahraga, permainan kita telah terombak habis.
Ditambah dengan era globalisasi seperti sekarang ini yang segala hal tak dapat ditutupi atau dicegah, atau lebih terdengar dengan saling berbagi ini setidaknya akan pula mengancam kebudayaan-kebudayaan kita dan kebudayaan negara-negara lain.
Sama seperti dahulu kala, kebudayaan masih disebarkan lewat kapal, lewa pesawat, buku-buku, surat, media dan lain sebagainya.
Saya percaya bahwa keabadian hanya milik Allah, dan saya percaya bahwa kebudayaan dapat punah. Siapkan dirimu untuk hancurnya kebudayaan Indonesia dan siapkan juga dirimu untuk mengandaskan kebudayaan orang lain. Bey!
So? Mau kau bawa kemana kapal kita ini?
Kamis, 28 November 2013
ALBUM AGNES MO SALAH STRATEGI
Kemana wajah Agnes Monica dilayar kaca Indonesia? Kemana lagu internasional Coke Bottle? Ada apa dengan album AGNES MO? Kemana Agnes Monica? Ngapain Agnes Monica?
Kita tahu benar bahwa Agnes Monica baru saja mengeluarkan album barunya yang berjudul Agnes Mo yang bergenre R&B tapi kemana gerangan penyanyinya? Katanya sedang sibuk promo Coke Bottle di Amerika ughf men, kok jadi gak lucu gini yah? Padahal udah capek-capek siang malem tidur di studio buat bikin karya, tapi malah ditinggal ngilang gak jelas. Poor Agmo.
Ketika saya tengok di twitternya Agnes Monika sedang menjadi Agnes Montana yang sibuk bersosialisasi dengan para sosialita Amerika. Well you gotta bang! kakak cantik ini sedang membranding namanya diantara columnist dan potographist.
Agnes seharusnya lebih bisa menghargai kerja kerasnya sendiri dengan satu persatu menyelesaikan pekerjaan rumahnya untuk mempromosikan albumnya sendiri (Agnes Mo) dengan berbagai cara agar terjual dengan angka yang lebih baik Bisa dengan konser, jumpa fans, nampil di TV, singgah di stasiun radio atau manggung di cafe Indonesia (Agnes TM lebih ngerti). Tapi apa?
Sedangkan lagu Walk yang menjadi lead single juga sudah sangat ngos-ngosan untuk muncak nomor satu di tangga lagu, belum lagi kabar lagu kerennya yang lain pada album AGNES MO yang sudah berteriak untuk dijadikan single ke dua yang seharusnya sudah di launcing bulan ini.
Padahal promosi adalah hal yang dilakukan untuk membuat album laris dipasaran. Kalau saya ibaratkan Agnes tuh capek-capek ngegedein sapi perah, tapi susunya gak diperah-perah atau capek-capek pedekate tapi gak ditembak-tembak, atau bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian (eh salah, gak ada hubungannya ding). Ow men!
Sudah kita ketahui bahwa Agnes Monica memperkerjakan keluarganya sendiri untuk masalah manajerial dan tetek bengeknya, tapi ya mbok ya kerjanya yang lebih profesional untuk mengimbangi bakatnya Agnes Monica.
Mungkin inilah saatnya Agnes Monica punya tim pemasaran+ yang lebih profesional lebih canggih dan lebih melek! Sudah saatnya bisnis keluarga ini segera di revitalisasi dan diroboisasi ala vikinotonegoroisasi. Huft
"Sok pinter gak papa, asal jangan sok tahu."_Andhika Pratama
Bukan gimana-gimana yah, buat saran aja biar Agnes Monica bisa cepet nikah. Eh jangan dulu ding, patah hati gw entar.
"Dengarlah matahriku
Suara tangisanku
Kubersedih karena panah cinta
Menusuk jantungku."_Agnes Monica - Rindu
Terkirim dari telepon Nokia saya
Langganan:
Komentar (Atom)