Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Mei 2017

BACK TO NATURE; MARI KEMBALI KE-ALAM



Udah pernah denger belum? Bagi penderita masalah insomnia dan stres ringan bisa diobati dengan kembali ke alam? Jadi buat penderita insomnia (atau gangguan tidur) dan stres ringan, bisa diobati dengan melakukan camping selama seminggu di alam tentu saja dengan sedikit membawa getged atau barang-barang elektronik lainnya. Cara seperti ini dapat membuat seseorang kembali memperkuat jam tubuh secara alami, entah itu rasa lapar dan rasa kantuk. So, luangkan waktumu untuk menikmati alam yang kaya dengan manfaat.

Ada yang tahu kenapa Spongebob & Patric selalu seceria itu? Dan hampir gak pernah sedih disetiap episode? Selain dia adalah makhluk fiksi dan kartun, dia selalu meluangkan waktunya yang berharga di alam, dia punya hoby menangkap ubur-ubur. See? Perlu bukti apa lagi?

Apakah kamu dan teman kamu adalah salah satu orang yang sibuk dengan gedgetnya masing-masing saat nongkrong bareng, atau berkumpul bersama? Well, back to nature! Diluar sana ada banyak hal-hal yang lebih menyenangkan katimbang bermain Candy Crush atau ngelovein path, ngelike in instagram artis pencari sensasi. Lakukan kegiatan bersama temen-temen kamu di alam, camping ceria bersama, atau mendaki gunung bersama, diving, snorkling, voli pantai? Apa lagi? Tubuh kalian bisa bertambah kuat, pikiran kalian juga akan lebih sehat, dan persahabatan kalianpun akan semakin erat. Yeay!

Mungkin sudah saatnya kamu memasukkan jadwal "Back To Nature" di salah satu akhir pekan kamu di setiap bulan, bukan untuk siapa, bukan untuk mereka, bukan untuk aku, tapi untuk kamu sekalian.

Buat kalian yang hobi traveling, setahun sekali sudah cukup untuk membuatmu menjadi seseorang pengembara keindahan dunia. Apakah kamu sudah melihat dunia dengan mata kepalamu sendiri? Ada ejekan yang populer di tahun 2014 lalu untuk orang-orang yang terlalu galau atau terlalu stuck 'orang-orang kurang piknik' "Mainnya kurang jauh, maennya kurang lama"oh waw, dalem gak sih? Let's take a picnic brow!


Orang bilang, sebuah negara akan selalu berdiri jika anak mudanya masih mencintai alamnya. Dan belajarlah untuk tidak menghianati alammu, lakukan hal kecil yang nyata dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, hemat energi, dan tanamlah pohon kesukaanmu.

Sementara itu, pencemaran, penebangan liar, pengrusakan, pengeksploitasi berlebihan, juga semakin menggerogoti keindahan alam di Indonesia. What about that? Just fuck and wrek it.

Saya adalah salah satu orang yang gak bisa jauh-jauh dari alam. Sebulan sekali saat pulang kerumah, saya menghabiskan sebagian waktu saya dialam terbuka. Saat semua orang tidur malam, saya suka main dibelakang rumah mendengarkan suara jangkrik dan burung hantu sambil ngebakar kayu dan sampah (sebut saja perapian) selain membuat perasaan saya lebih tenang, saya juga merasa jiwa saja juga lebih lapang dan longgar.

Kalau kamu tidak terlalu riang dengan masalah camping ceria ini, kalian bisa mencoba untuk tinggal dirumah sewa dengan pemandangan yang bagus, seperti di daerah Kaliurang (Yogyakarta), Tawangmangu (Karanganyar), Vila-vila di Bogor, atau daerah perbukitannya Bandung. Tidak punya budget besar? Masih ada beberapa hutan di pinggir kota yang tersisa untuk kamu nikmati dan manfaatkan sebesar-besarnya. Gak usah sedih!

BONUS!
Ambil beberapa foto selfie atau Grupie dan jadikan moment outdoor kamu mengesankan dan terkenang sepanjang hayat!

Baca: Seni Begadang

Jumat, 29 November 2013

JANGAN BERI MEREKA UANG

Bisnis mengemis memang masih menjadi usaha menjanjikan di Indonesia, tidak heran usaha semacam ini selalu menjadi sebuah profesi yang selalu ada dan lebih cepat berkembang daripada bisnis online shop.

Saya bersyukur dan lebih termasyur sejak tahun 2009 lalu saya sudah berhenti memberi uang pada pengemis, walaupun saya masih memberikan uang pada pengamen yang kadang masi bisa membuat saya merasa terhibur dengan cara mereka masing-masing. Tapi hal itu memang berbeda kasus.

Dari nenek-nenek, ibu-ibu, kakek-kakek, anak-anak, orang cacat, orang sehat, semuanya turun kejalan raya, depan mall & super market, depan atm, dipasar.

Alasan mereka berbeda-beda tapi tetap satu ju eh bukan ding, ya intinya mereka punya alasan mereka masing-masing yang tetap saja tidak diperkenankan untuk mengemis.

Tentu saja selain masalah merusak pemandangan, budaya mengemis ini juga menimbulkan masalah baru seperti dari penjualan manusia, pebudakan hingga masalah yang sepele seperti kesremautan yang mengganggu para turis luar dan dalam negri yang tentu saja tidak mendukung sail Indonesia banget.

Budaya Indonesia yang salah kaprah tentang pengertian kebersamaan, kemanusian, gotong rayong menjadi salah satu alasan untuk memberikan uang kepada para pengemis ini.

Sebagai bentuk rasa bersalah saya pada mereka yang saya fikir terkadang benar-benar membutuhkan, saya setiap kali melaksanakan ibadah Sholat Jumat saya memasukkan selembar uang di kotak amal, dan dengan kemagiciannya saya merasa menjadi orang yang sedikit lebih baik.

Kalian juga bisa melakukan hal kemanusian yang lebih cerdas dan modern seperti bergabung dengan kelompok-kelompok sosial. Saya pernah ikut kelompok sosial yang membantu anak-anak di Panti Asuhan agar dapat terus tersenyum, yang tentu saja memberikan pelajaran untuk saya, agar terus belajar menjadi manusi yang lebih baik.

Mungkin kalian bisa meniru cara saya jika ingin benar-benar berniat untuk beramal dengan lebih benar.

"Ternyata membantu dengan cara yang benar, memberikan pelajaran berharga kepada saya."

Saya percaya diluar rumah kamu ada banyak sekali kelompok-kelompok kemanusiaan yang siang dan malam menunggu kehadiranmu untuk menjadi anggotanya, kamu bisa memilih yang sesuai dengan kepribadian kamu. Nah!

Peran pemerintah tentu saja juga sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat ini, tapi mengingat negara ini sedang banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, tidak akan bersalah jika kita melakukan sesuatu terlebih dahulu. Tidak usah yang langsung berat-berat, yang kecil-kecil saja dahulu namun nyata bentuknya.

Saya pernah melihat billboard dan poster dari POLRI yang memperlihatkan seorang wanita lewat jendela kaca mobil memberikan uang pada pengemis anak kecil, dengan tagline "PEDULI TIDAK SAMA DENGAN MEMBERI." Memang sedikit punya arti ganda dan persepsi yang berbeda-beda tapi saya tahu maksutnya, langkah POLRI memang sudah nyata, tapi sangat kecil untuk ukuran instansi pemerintah sebesar POLRI.

Kata orang "Jangan berikan ikannya, tapi berikan kailnya."

Jika kalian adalah orang yang lebih mampu, berikan mereka pekerjaan yang lebih baik. Atau dengan kemampuan kalian yang lebih mumpuni seperti memberdayakan mereka agar lebih trampil. Seperti yang pernah dilakukan oleh orang Jawa Timur di desa yang banyak orang cacatnya, orang itu membuatkan kolam ikan dan bibitnya agar mereka dapat beternak ikan sendiri, dan mengajari orang-orang cacat itu berternak ikan. Whatta beautiful life?

Saya yakin suatu hari Negara Indonesia telah menyiapkan satu pekerjaan untuk setiap bayi lahir di Indonesia.

Tapi jangan mengharap apapun sebelum kalian melakukan sesuatu yang nyata.

Selamat menjadikan kehidupan manusia lebih baik kawan.


F50445228112013